Man United Selamat dari Bencana Akibat Keputusan Thomas Tuchel
Thomas Tuchel tidak memberikan menit bermain sama sekali untuk Kobbie Mainoo di Piala Dunia, membuat publik menilai Manchester United beruntung gagal merekrutnya.
Ekspresi kecewa gelandang muda Manchester United Kobbie Mainoo di bangku cadangan Timnas Inggris
Keputusan Aneh Tuchel di Lini Tengah
Thomas Tuchel terus mengabaikan Kobbie Mainoo meski lini tengah Inggris tampil sangat buruk sepanjang turnamen. Mantan pelatih Chelsea itu lebih memilih memainkan Reece James dan Jude Bellingham sebagai gelandang tengah darurat. Padahal, posisi asli kedua pemain tersebut bukanlah pengatur tempo permainan di lini tengah.
Strategi ini membuat pasokan bola Tiga Singa menjadi macet saat menghadapi tim-tim besar seperti Argentina dan Norwegia. Inggris bahkan hanya mencatat 12% penguasaan bola dalam durasi 37 menit setelah sempat unggul melawan Argentina. Tuchel justru memasukkan pemain bertahan alih-alih memberikan kesempatan kepada Mainoo yang piawai lepas dari tekanan.
Kontras Performa Klub dan Tim Nasional
Kobbie Mainoo sebenarnya tampil luar biasa bersama Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick pada paruh kedua musim. Pemain berusia 21 tahun itu menyajikan performa matang dan menjadi motor serangan utama Setan Merah. Performa impresif di level klub tersebut yang membuatnya berhasil menembus skuad Piala Dunia.
Ketajaman Mainoo di level klub ternyata tidak membuat Tuchel tertarik untuk memanfaatkannya di atas lapangan. Beberapa pihak menilai pandangan Tuchel mirip dengan Ruben Amorim yang juga sempat tidak menyukai karakter bermain Mainoo. Namun, Carrick membuktikan bahwa bakat sang gelandang muda bisa menjadi pembeda jika diberi kepercayaan penuh.
Man United Selamat dari Pilihan Keliru
Manajemen Setan Merah kini bernapas lega karena tidak melanjutkan negosiasi dengan taktik asal Jerman tersebut. Sir Jim Ratcliffe sempat mengadakan pertemuan langsung dengan Tuchel pada musim panas 2024 untuk posisi manajer di Old Trafford. Namun, Tuchel akhirnya memilih menandatangani kontrak baru dengan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Posisi Tuchel sebagai manajer Inggris kini berada di ujung tanduk setelah kegagalan taktiknya di turnamen empat tahunan ini. Banyak pihak menilai kesuksesan Inggris melaju ke semifinal karena faktor keberuntungan materi pemain, bukan karena kehebatan taktik sang pelatih. Perlakuan buruknya pada Mainoo menjadi bukti kuat kegagalannya memahami potensi pemain muda Inggris.
Kegagalan taktik ini diprediksi akan merusak reputasi Thomas Tuchel di mata klub-klub besar Eropa ke depannya. Publik kini menunggu apakah manajemen FA akan langsung memecat sang pelatih atau memberikan kesempatan kedua untuk membenahi tim. Bagaimana nasib masa depan Kobbie Mainoo di tim nasional jika Tuchel tetap bertahan di kursi kepelatihan Inggris?