Kemenangan Florentino Pérez dalam pemilihan presiden Real Madrid membawa dampak besar bagi peta persaingan sepak bola Spanyol dengan kembalinya José Mourinho ke kursi kepelatihan Santiago Bernabéu. Berdasarkan laporan dari as.com, kehadiran arsitek asal Portugal tersebut akan memicu bentrokan taktik yang sengit dengan pelatih Barcelona, Hansi Flick. Bagi Hansi Flick, José Mourinho akan menjadi pelatih Los Blancos keempat yang harus ia hadapi dalam musim ketiganya di Spanyol, setelah sebelumnya bersaing dengan Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, dan Álvaro Arbeloa.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pengamatan tim redaksi, Hansi Flick berhasil membangun kembali reputasinya yang sempat meredup setelah periode sulit bersama Timnas Jerman. Meskipun pernah meraih kejayaan besar termasuk raihan sextete bersama Bayern de Múnich, kegagalan di Piala Dunia Qatar sempat merusak prestise pelatih asal Jerman tersebut. Namun, dalam dua musim menukalkan Barcelona, ia sukses merekonstruksi tim yang sempat kehilangan daya saing dan mengembalikan gairah para pendukung klub asal Catalan tersebut.
Dari pantauan redaksi, pembuktian Hansi Flick di Barcelona terlihat nyata lewat torehan lima trofi yang terdiri dari dua gelar Ligas, dua Supercopas de España, dan satu Copa del Rey. Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan Hansi Flick dalam mengelola tim, memaksimalkan potensi para pemain muda dari La Masia, serta menerapkan filosofi permainan yang jelas. Fleksibilitas dan adaptasi yang cepat membuat dirinya sangat dicintai oleh publik Camp Nou serta terintegrasi dengan baik di kota Barcelona.
Di sisi lain, tantangan besar kini berada di pundak José Mourinho yang kembali ke Madrid demi membuktikan bahwa dirinya belum habis. Pasalnya, reputasi juru taktik berjuluk "The Special One" ini perlahan memudar setelah rentetan hasil kurang memuaskan di klub-klub sebelumnya. Berdasarkan data statistik, delapan gelar liga yang pernah diraih José Mourinho terjadi antara tahun 2003 hingga 2015, dan setelah itu ia gagal memenangkan kompetisi domestik utama saat menangani Manchester United, Tottenham, Roma, Fenerbahçe, maupun Benfica.
Pertemuan kedua pelatih top ini diprediksi tidak hanya akan menyajikan perang taktik di lapangan, melainkan juga adu psikologis di luar lapangan. José Mourinho dikenal sangat lihai memainkan perang urat syaraf melalui ruang konferensi pers, sebuah situasi yang jarang dihadapi oleh Hansi Flick yang lebih tenang. Kendati demikian, beberapa pihak yang dekat dengan José Mourinho meyakini bahwa ia akan menunjukkan sikap yang berbeda dan lebih matang dalam periode keduanya menakhodai Real Madrid.