Penyerang muda Lille, Matías Fernández-Pardo, sejatinya memiliki kesempatan besar untuk menjadi bagian dari skuad internasional Spanyol di kategori usia sub-21. Berdasarkan catatan riwayatnya, ia bahkan sudah dipanggil sebanyak empat kali oleh pihak federasi. Kendati demikian, sang pemain tidak pernah sekalipun menampakkan batang hidungnya di pusat latihan Ciudad del Fútbol de Las Rozas di Madrid karena berbagai alasan khusus.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Alasan utama dari keputusan tersebut akhirnya terungkap jelas, yakni karena tim nasional Belgia bergerak lebih agresif dan memberikan jaminan nyata bagi dirinya untuk berlaga di pentas Piala Dunia 2026. Dari pantauan redaksi, skenario menarik kini tercipta di atas lapangan hijau karena penyerang berbakat tersebut dijadwalkan akan langsung berhadapan dengan Spanyol dalam laga sengit di babak perempat final pada hari Jumat mendatang.
Pemain kelahiran Brussels yang memiliki ayah berkebangsaan Spanyol dan ibu asal Italia ini sebelumnya sudah tampil dalam 16 pertandingan bersama tim junior Belgia dari kategori sub-15 hingga sub-19. Menurut laporan internal, Real Federación Española de Fútbol (RFEF) sebenarnya telah bekerja keras di balik meja untuk meyakinkan para pemain yang memiliki kewarganegaraan ganda seperti dirinya agar mau memilih Spanyol, meskipun upaya tersebut tidak selalu membuahkan hasil manis.
Fenomena pemain dengan paspor ganda ini memang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pihak federasi Spanyol. Berdasarkan pernyataan Santi Denia saat menjabat sebagai pelatih sub-21 pada tahun 2024 lalu, pihak federasi selalu menaruh rasa hormat tertinggi atas keputusan pribadi para pemain. Ia juga menambahkan bahwa sekitar 85 persen pemain dengan status kewarganegaraan ganda pada akhirnya lebih memilih untuk memperkuat panji Spanyol.
Kasus Matías Fernández-Pardo terbilang cukup unik karena ia sempat menyatakan secara terbuka di media Marca pada Desember 2024 mengenai kecintaannya pada Spanyol sejak kecil. Ia bahkan menegaskan keinginannya untuk menembus skuad Spanyol tanpa keraguan. Merespons hal itu, Santi Denia memanggilnya ke tim sub-21 pada Maret 2025, namun cedera parah menggagalkan agenda tersebut, disusul tiga panggilan berikutnya dari pelatih suksesor David Gordo yang juga berujung tanpa kehadiran hingga namanya dicoret secara permanen.
Di tengah ketidakpastian bersama Spanyol, pihak Belgia justru bergerak cepat dengan memberikan promosi langsung ke tim nasional senior untuk ajang Piala Dunia 2026 di bawah arahan pelatih Rudi Garcia. Menurut pengamatan tim redaksi, performa apiknya bersama Lille dengan torehan delapan gol dan tujuh asis dalam 40 pertandingan menjadi stimulus utama. Kini, setelah mencatatkan menit bermain melawan Mesir, Iran, dan Selandia Baru, Fernández-Pardo bersiap menghadapi negara yang dahulu sangat mendambakan servisnya.