Menjelang berakhirnya kompetisi musim 2025-26 secara resmi pada hari Selasa ini, Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) bersama LaLiga dan klub-klub dari Primera serta Segunda Division. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pertemuan strategis tersebut diadakan untuk menganalisis berbagai tantangan baru serta rencana perubahan regulasi kompetisi ke depan, termasuk reformasi sistem perwasitan yang krusial.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Ketidakhadiran klub raksasa Spanyol ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Dari pantauan redaksi, Real Madrid tercatat berulang kali absen dalam beberapa agenda rapat penting yang melibatkan pemangku kebijakan sepak bola Spanyol selama beberapa bulan terakhir. Kebiasaan ini semakin menegaskan sikap kritis Los Blancos terhadap kolektif perwasitan nasional yang belakangan ini kerap memicu perdebatan sengit.
Menurut catatan sejarah kompetisi, RFEF pertama kali mengundang seluruh klub sepak bola profesional pria pada Februari 2025 khusus untuk membahas transformasi mendalam di sektor perwasitan. Meskipun Real Madrid sempat absen, Presiden RFEF, Rafael Louzán, berhasil membujuk klub tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam rangkaian rapat reformasi meskipun tidak terpilih dalam pemungutan suara klub. Real Madrid sempat hadir aktif selama beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan berhenti total pada akhir tahun 2025 seiring munculnya ketidaksepahaman dengan jajaran komite wasit yang baru.
Ketegangan antara pihak klub dan federasi kian memuncak ketika perwakilan Real Madrid secara terbuka menyampaikan kritik tajam pada Maret lalu. Menurut pihak internal klub, "Pertemuan-pertemuan seperti ini sama sekali tidak ada gunanya." Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penutup pintu bagi partisipasi mereka, yang kembali terbukti dalam pertemuan hari Senin ini di mana pihak manajemen Real Madrid bahkan tidak mengisi formulir konfirmasi kehadiran maupun izin absen.
Selain Real Madrid, tim redaksi juga memantau bahwa klub Burgos, Cádiz, dan Tenerife turut absen dalam pertemuan tersebut karena kendala teknis masing-masing. Terkait penolakan Real Madrid, Presiden RFEF Rafael Louzán menegaskan pentingnya forum formal ini untuk menyelesaikan perselisihan. "Dalam intervensi saya di pertemuan ini, saya menyampaikan bahwa ini adalah wadah yang tepat untuk berdiskusi jika ada hal yang tidak kita sepakati dan jika kita ingin mengubah sesuatu," tutur Rafael Louzán.