Pelatih tim nasional Noruega, Stale Solbakken, menyatakan bahwa eliminasi timnya dari Piala Dunia 2026 oleh Inggris meninggalkan "rasa sakit dan kesedihan" yang mendalam di ruang ganti. Kendati demikian, ia tetap membela pencapaian bersejarah skuad Viking dalam turnamen ini, sembari melayangkan kritik keras terhadap insiden kontroversial yang melibatkan kabel kamera udara (Spider cam) yang dinilainya telah memengaruhi jalannya laga pada momen krusial.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pandangan Stale Solbakken, terdapat beberapa keputusan dan kejadian di lapangan yang dirasa kurang wajar. "Ada hal-hal yang terjadi hari ini yang sedikit aneh, tetapi itu juga merupakan bagian dari sepak bola," ujar sang juru taktik asal Skandinavia tersebut saat memberikan keterangan kepada media seusai pertandingan.
Episode paling kontroversial malam itu berpusat pada kabel kamera udara yang melayang di atas lapangan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Stale Solbakken beserta beberapa pemain di bangku cadangan meyakini bola sempat mengenai kabel tersebut sebelum meluncur ke bawah, namun korps baju hitam tidak menghentikan permainan. Dari kelanjutan momen itulah Inggris berhasil mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1.
Meskipun chip sensor pelacak lintasan bola milik FIFA menunjukkan tidak ada indikasi kontak fisik dengan kabel, pelatih Noruega tetap teguh pada pendiriannya. "Bola itu jatuh langsung dari langit dan saya yakin bola itu menyentuhnya. Bola jatuh secara vertikal, sangat jelas bahwa itu membentur kabel. Sesuatu yang sangat aneh," tutur Solbakken dengan nada pasrah mengenai pernyataan resmi FIFA.
Dari pantauan redaksi, Stale Solbakken juga mengungkit gol Torbjørn Heggem yang dianulir oleh VAR akibat dorongan awal dari Erling Haaland. Terkait pergantian Erling Haaland di babak perpanjangan waktu, ia mengaku tidak punya pilihan lain karena sang striker Manchester City sudah kelelahan hebat dan mengalami memar pada paha, meski tetap memuji kontribusi luar biasa sang pemain yang mengemas tujuh gol dari lima laga.
Menutup pernyataannya, Stale Solbakken meminta anak asuhnya untuk tetap bangga karena berhasil membawa Noruega bersaing di turnamen mayor untuk pertama kalinya dalam 28 tahun terakhir. "Hari ini ada rasa sakit dan kesedihan, tetapi saya berharap dalam dua minggu ke depan, ketika kami melihat ke belakang, kami akan merasa jauh lebih baik. Musim panas 2026 sama sekali tidak buruk," pungkasnya.