Kiper veteran tim nasional Noruega, Orjan Nyland, berhasil membuktikan kapasitasnya di panggung tertinggi sepak bola dunia. Meski sempat menuai perdebatan sengit di negaranya karena hanya menjadi pemain cadangan di Sevilla FC sepanjang musim lalu, pelatih Stale Solbakken tetap memberikan kepercayaan penuh kepada penjaga gawang berusia 35 tahun tersebut untuk mengawal jala gawang Noruega dalam debut Piala Dunia sepanjang kariernya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Statusnya yang kini merupakan agen bebas sejak kontraknya bersama Sevilla FC berakhir pada 1 Juli lalu tidak menghalangi performa impresifnya. Setelah tampil krusial di babak 32 besar, Nyland mencatatkan laga terbaik dalam karier profesionalnya pada pertandingan babak 16 besar hari Sabtu waktu setempat. Ia sukses mementahkan serbuan para penyerang Brasil, membantu Noruega melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 yang dipastikan lewat dua gol Erling Haaland.
Dari pantauan redaksi, Nyland tampil sangat perkasa di bawah mistar gawang saat menghadapi Selecao. Aksi heroiknya dimulai pada menit ke-14 ketika ia berhasil menepis tendangan penalti Bruno Guimaraes. Tidak berhenti di situ, kiper berpengalaman ini juga menggagalkan peluang emas dari Gabriel Martinelli pada menit ke-30 dan sepakan Vinicius Junior di menit ke-41, menjaga skor tetap kacamata hingga Haaland memecah kebuntuan.
Ketangguhan Nyland kembali teruji di babak kedua setelah ia memenangi duel satu lawan satu dengan Bruno Guimaraes pada menit ke-63, menyusul penyelamatan refleks dari tendangan Rayan semenit sebelumnya. Nyland baru kebobolan pada menit ke-10 masa injury time lewat penalti kedua Brasil yang dieksekusi oleh Neymar Junior, yang memperkecil kedudukan menjadi 1-2 hingga peluit panjang berbunyi.
Berdasarkan regulasi FIFA terkait Club Benefits Programme Piala Dunia 2026, Sevilla FC dilaporkan tetap menerima dana kompensasi dari partisipasi Nyland. Meskipun sang pemain sudah berstatus tanpa klub per 30 Juni, aturan menyebutkan bahwa klub asal berhak menerima bayaran sebesar 9.595 euro per hari untuk setiap pemain yang dipanggil tim nasional, dihitung sejak 1 Juni hingga sehari setelah negara yang bersangkutan tersingkir dari turnamen.
Menurut pengamatan tim redaksi, Sevilla FC tidak hanya meraup keuntungan finansial dari Nyland, tetapi juga dari dua penggawa mereka lainnya yang membela Swiss, yaitu Rubén Vargas dan Djibril Sow. Swiss dijadwalkan bertanding melawan Colombia di babak 16 besar, di mana Vargas diperkirakan akan menjadi andalan pelatih Murat Yakin sementara Sow menyusul dari bangku cadangan.
Rubén Vargas sendiri kini berpeluang memecahkan rekor pencetak gol terbanyak bagi pemain Sevilla FC di satu edisi Piala Dunia setelah mengemas dua gol sejauh ini. Catatan tersebut menyamai torehan Youssef En-Nesyri pada Piala Dunia 2022 lalu, dan hanya terpaut satu gol dari rekor legendaris Luis Fabiano yang mencetak tiga gol untuk Brasil pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.