Konfederasi Sepak Bola Brasil, Confederación Brasileña de Fútbol (CBF), dilaporkan telah melayangkan surat protes keras kepada FIFA. Langkah ini diambil setelah gelombang kekecewaan melanda tim menyusul dianulirnya gol bintang mereka, Vinicius Jr, dalam laga sengit melawan Escocia di ajang Piala Dunia. Gol tersebut seharusnya menjadi pelengkap torehan hat-trick bagi pemain bernomor punggung tujuh tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan dokumen eksklusif yang diperoleh media AS, CBF menyoroti inkonsistensi penggunaan Video Assistant Referee (VAR) sepanjang turnamen berlangsung. Brasil menilai keputusan wasit utama asal Meksiko, César Ramos, sangat merugikan timnya. Padahal, dalam beberapa kasus serupa di pertandingan negara lain, gol tetap disahkan demi menjaga kelancaran dan otoritas wasit di lapangan.
Menurut isi surat yang dikirimkan ke otoritas sepak bola tertinggi tersebut, CBF menyatakan, "Sebuah aspek yang menarik perhatian kami selama turnamen ini adalah pendekatan yang diadopsi oleh Asisten Wasit Video (VAR). Kami percaya filosofi membatasi intervensi hanya untuk kesalahan yang jelas sangat menguntungkan sepak bola, namun yang terjadi kemarin justru sebaliknya."
Dari pantauan redaksi, insiden terjadi pada menit ke-22 ketika Vinicius Jr berhasil merebut bola dari bek Escocia, Hendrick, dan mencetak gol kedua. Namun, setelah dilakukan peninjauan ulang oleh VAR, wasit memutuskan adanya pelanggaran terlebih dahulu karena Vinicius Jr dianggap menjatuhkan lawannya. Keputusan ini dinilai janggal karena para pemain Escocia sendiri terpantau tidak melakukan protes atau mengantisipasi adanya peninjauan ulang.
Pihak Brasil juga membandingkan keputusan ini dengan insiden serupa yang melibatkan tim besar lain seperti Argentina, Inglaterra, dan Francia, di mana intervensi VAR jauh lebih restriktif dan menghormati keputusan awal di lapangan. CBF menegaskan bahwa kekhawatiran mereka bukan pada interpretasi teknis semata, melainkan pentingnya memastikan kriteria yang sama diterapkan secara konsisten untuk setiap negara peserta.
Selain itu, ketegangan ini semakin diperparah oleh rekam jejak wasit César Ramos dengan tim Canarinha. Menurut catatan pengamatan tim redaksi, César Ramos juga menjadi pengadil lapangan saat Brasil ditahan imbang oleh Suiza pada Piala Dunia 2018, di mana gol penyama kedudukan Swiss tetap disahkan meski terjadi pelanggaran jelas terhadap bek Brasil sebelumnya. Wajar jika pihak Brasil kini mempertanyakan kembali netralitas dan konsistensi sang pengadil.