Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, secara terbuka pasang badan untuk membela kaptennya, Kylian Mbappé. Setelah membawa timnya melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026, Deschamps menyuarakan pembelaannya terhadap penyerang andalan Real Madrid tersebut dari berbagai opini negatif publik.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan Deschamps dalam konferensi pers pascapertandingan melawan Maroko, sang pelatih dengan tegas membantah tudingan yang menyebut Mbappé sebagai sosok yang egois di dalam tim. Menurutnya, kontribusi sang pemain di atas lapangan jauh lebih besar daripada sekadar mencetak gol.
"Banyak yang mengira Kylian adalah semacam diktator yang hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi dia adalah seseorang yang, sebagai kapten, sangat teladan. Dia membuktikannya dengan apa yang dia lakukan di lapangan, di luar semua gol yang dia cetak," ujar Deschamps di hadapan para awak media.
Dari pantauan redaksi, laga perempat final melawan Maroko berjalan sengit di mana Prancis akhirnya menang dengan skor 2-0 lewat gol Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé. Kemenangan ini sekaligus mengunci tiket semifinal bagi Les Bleus untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.
Meskipun menang, laga tersebut diwarnai momen krusial saat penalti Mbappé berhasil digagalkan oleh kiper Maroko, Yassine Bono. Deschamps mengkritik jeda waktu peninjauan VAR yang terlalu lama sebelum eksekusi dilakukan, yang dinilai mengganggu konsentrasi sang pemain di titik putih.
"Bagi saya, situasi itu sangat membingungkan karena wasit menghabiskan hampir dua minit untuk meninjau gambar. Saya tidak mencari alasan untuk Kylian, tetapi jelas itu bukan situasi yang mudah ketika dia sudah siap menendang," tambah Deschamps memaparkan hasil observasi jalannya laga.
Berdasarkan statistik turnamen saat ini, tambahan satu gol dari pertandingan ini membuat Mbappé telah mengoleksi delapan gol di Piala Dunia 2026. Catatan impresif ini menyamai torehan Lionel Messi di puncak daftar pencari gelar Sepatu Emas.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa mentalitas juara Prancis tetap terjaga meski sempat membuang peluang di babak pertama. Prancis kini dijadwalkan bertanding di babak semifinal pada 14 Juli mendatang di Dallas, menunggu pemenang duel antara Spanyol melawan Belgia.