Pelatih tim nasional Marruecos, Mohamed Ouahbi, secara jantan mengakui bahwa Prancis merupakan tim yang lebih kuat dan layak memenangkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Kamis waktu setempat. Berdasarkan jalannya laga di Boston, Prancis sukses menumbangkan Marruecos dengan skor akhir 2-0 lewat sumbangan gol dari Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé. Hasil ini sekaligus mengulang memori semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar yang kala itu juga dimenangkan oleh Les Bleus.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pernyataan Mohamed Ouahbi dalam konferensi pers pascapertandingan, kekalahan ini memberikan rasa pahit yang mendalam bagi skuadnya karena Prancis tampil sangat superior, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. "Jelas terlihat bahwa Prancis hari ini adalah tim yang paling kuat, tetapi saya yakin kami bisa melangkah lebih jauh dan mungkin menyingkirkan mereka dalam empat tahun ke depan," ujar sang pelatih dengan nada optimistis menyongsong Piala Dunia 2030.
Dari pantauan redaksi, taktik yang diterapkan Prancis memang merepotkan barisan pertahanan lawan sejak peluit pertama dibunyikan. Mohamed Ouahbi juga membenarkan hal tersebut dengan menjelaskan bahwa paruh pertama pertandingan berjalan sangat rumit bagi timnya. Skuad Prancis terus mendominasi bola dan menciptakan banyak masalah di sektor sayap serta area sentral lapangan, sehingga perbaikan performa yang ditunjukkan Marruecos pada babak kedua tetap tidak mampu mengejar ketertinggalan.
Berdasarkan catatan kompetisi, pencapaian Marruecos hingga menembus babak perempat final merupakan sejarah tersendiri bagi negara tersebut untuk kedua kalinya. Sebelum ditumbangkan Prancis, tim berjuluk Singa Atlas ini sempat menyingkirkan Kanada dan memulangkan Países Bajos lewat drama adu penalti. Bahkan pada fase grup, mereka finis di peringkat kedua dengan koleksi tujuh poin, menyamai perolehan angka sang raksasa Amerika Selatan, Brasil.
Melalui pengamatan tim redaksi di ruang konferensi pers, Mohamed Ouahbi tetap meminta para pemainnya untuk keluar dari turnamen dengan kepala tegak. Dirinya menegaskan bahwa target awal mereka adalah melampaui pencapaian di Qatar dan membawa pulang trofi juara. "Kami memiliki tim yang mampu mewujudkan banyak impian di masa depan dan memenangkan trofi. Kami saat ini sudah berada di jalur yang benar," pungkasnya menutup wawancara.