Masa depan gelandang muda berbakat, Nico Paz, kini tengah menjadi pusat perhatian publik sepak bola. Penampilan impresifnya bersama Como di kompetisi Italia membuat Real Madrid sejak awal musim berniat mengaktifkan klausul pembelian kembali. Namun, situasi mendadak berubah setelah manajemen Los Blancos menerima laporan bahwa sang pemain enggan kembali ke Valdebebas untuk masuk ke dalam proyek baru yang sedang dibangun oleh pelatih José Mourinho.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi internal, Real Madrid sebenarnya belum mengeksekusi opsi pembelian kembali tersebut, bertolak belakang dengan rumor yang beredar luas di media. Saat ini, kepastian transfer masih tertahan sembari menunggu tanggapan resmi dari pihak Como terkait proposal alternatif yang diajukan oleh manajemen raksasa Spanyol tersebut.
Melihat keengganan Nico Paz untuk bergabung musim ini, para petinggi Real Madrid yang sadar akan nilai olahraga dan ekonomi dari 50 persen hak kepemilikan sang pemain langsung mengubah strategi. Mereka menyusun skema baru agar tetap memegang kendali penuh atas masa depan sang gelandang untuk musim 2027-2028, sekaligus memenuhi permintaan pemain yang ingin bertahan setahun lagi di Italia.
Menurut perhitungan manajemen, jika Real Madrid membiarkan situasi tanpa kesepakatan baru hingga tahun depan, mereka berisiko kehilangan nilai aset jika sang pemain mengalami cedera parah. Oleh karena itu, Real Madrid meminta Como untuk menebus sisa persentase hak kepemilikan senilai 60 juta euro, yang berarti valuasi total sang pemain mencapai 120 juta euro. Meski demikian, Madrid tetap menyisipkan klausul pembelian kembali unilateral pada musim panas mendatang dengan nilai sekitar 80 juta euro.
Dari pantauan redaksi, strategi ini membuktikan bahwa Real Madrid sama sekali tidak berniat menjual murah Nico Paz demi keuntungan instan. Jika Los Blancos tidak mempertahankan hak atas sang pemain, mereka pasti sudah melepasnya ke penawar tertinggi di pasar transfer. Melalui skema ini, Madrid juga memiliki hak untuk menyamai tawaran dari klub pihak ketiga jika suatu saat Como memutuskan untuk menjualnya.
Di samping itu, regulasi ketat FIFA turut memengaruhi keputusan ini, di mana aturan melarang sebuah klub membeli seorang pemain hanya untuk langsung menjual atau meminjamkannya ke klub lain dalam jendela transfer yang sama. Dari pengamatan tim redaksi, opsi membelinya kembali dari Como untuk langsung dijual ke Inter Milan pada musim panas ini sama sekali tidak memungkinkan secara hukum dan berisiko mendatangkan sanksi berat.
Rencana jangka pendek Real Madrid saat ini adalah memberikan ruang utama bagi Bernardo Silva di lini tengah tim. Jika Como menolak proposal baru ini, Madrid menegaskan akan langsung mengaktifkan klausul pembelian kembali secara instan dan memaksa Nico Paz pulang ke Madrid musim ini untuk memperebutkan tempat di skuat utama.