Masa depan internasional gelandang muda berbakat milik Real Madrid, Thiago Pitarch, kini tengah menjadi sorotan hangat. Pemain berusia 18 tahun tersebut baru-baru ini dimintai keterangan mengenai kemungkinan dirinya membela Timnas Maroko di masa mendatang, sebuah opsi yang terbuka lebar baginya karena memiliki garis keturunan negara Afrika Utara tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan wawancara dalam program "El Larguero" di stasiun radio Cadena SER, Thiago Pitarch menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memenangkan laga final Euro U-19 bersama Timnas Spanyol. Skuad muda La Roja dijadwalkan akan bertanding melawan Jerman pada hari Sabtu mendatang.
Menurut laporan dari pemantauan redaksi, sang gelandang enggan memberikan jawaban pasti yang dapat mengklarifikasi keputusan finalnya. "Pertama-tama adalah menang pada hari Sabtu nanti, dan apa pun yang akan terjadi di masa depan, yang mana masih sangat jauh, biarlah terjadi. Itu saja," ujar Thiago Pitarch memberikan pernyataan diplomatis.
Ketika presenter Manu Carreño mencoba menegaskan kembali komitmennya dengan bertanya apakah keputusan tersebut sudah jelas, Thiago tetap bergeming. Dari pengamatan tim redaksi, tanggapannya yang berbunyi "Saya melihatnya masih sangat jauh. Pertama di sini bersama tim U-19 dan apa yang harus datang, biarlah datang" mengindikasikan bahwa ia tetap membuka pintu bagi Timnas Maroko.
Di sisi lain, Thiago Pitarch juga mengungkapkan fakta menarik bahwa dirinya belum pernah berkomunikasi langsung dengan pelatih tim nasional senior Spanyol saat ini. "Saya tidak pernah berbicara dengan Luis de la Fuente," aku pemain yang mengalami lonjakan nilai pasar dan baru saja mengganti agennya tersebut. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa panggilan dari tim senior Spanyol akan menjadi sebuah impian yang menjadi kenyataan.
Mengenai fleksibilitas posisi bermainnya di lapangan tengah, Thiago Pitarch mengaku sangat percaya diri dengan kemampuannya beradaptasi. "Posisi favorit? Saya tidak peduli. Saya bisa bermain sebagai nomor 8, nomor 10, atau sebagai gelandang bertahan," pungkasnya yang siap ditempatkan di posisi mana pun demi kontribusi tim.