Peluang tak terduga datang bagi Betis Deportivo untuk tetap berkompetisi di Primera RFEF pada musim depan. Berdasarkan laporan dari Mundo Deportivo, tim yang awalnya dipastikan tergradasi ke Segunda RFEF setelah kebobolan di menit-menit akhir laga kontra Cartagena ini kini memiliki secercah harapan menyusul krisis internal yang dialami oleh CE Europa.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, CE Europa baru saja menggelar Majelis Luar Biasa yang dipimpin langsung oleh presiden klub, Héctor Ibar. Dalam pertemuan tersebut, Ibar mengungkapkan kegagalan negosiasi dengan Pemerintah Kota Barcelona terkait pengadaan lapangan rumput alami untuk musim depan, sementara pihak RFEF dikenal sangat kaku mengenai regulasi kelayakan stadion ini.
Menurut penjelasan manajemen klub, Nou Sardenya yang merupakan stadion kandang CE Europa diperkirakan baru bisa menggunakan rumput alami pada tahun 2027. Sementara itu, opsi untuk menggunakan stadion alternatif seperti Can Dragó dinilai tidak layak secara finansial karena potensi kerugiannya mencapai angka 400 hingga 500 ribu euro.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pilihan lain untuk mengungsi ke Narcís Sala, markas dari rival lokal mereka Sant Andreu, juga memberatkan kas klub. Menurut kalkulasi sang presiden, skenario tersebut tetap akan memaksa klub menelan kerugian operasional yang berkisar antara 250 ribu hingga 350 ribu euro.
Menyikapi situasi sulit tersebut, CE Europa memutuskan untuk melemparkan keputusan akhir kepada para anggotanya melalui pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 12 Juli mendatang. Jika para anggota sepakat untuk mundur demi menjaga kesehatan finansial klub, maka slot Primera RFEF yang kosong secara otomatis akan diwariskan kembali kepada Betis Deportivo.