Pertemuan penting antara klub-klub profesional Spanyol dan pihak federasi pada hari Senin kemarin resmi menyepakati penerapan teknologi offside otomatis dalam kompetisi sepak bola profesional. Meskipun Presiden LaLiga, Javier Tebas, telah mengumumkan rencana ini sejak beberapa bulan lalu, kepastian regulasi baru tersebut akhirnya dikonfirmasi oleh Presiden RFEF, Rafael Louzán, di sela-sela pertemuan klub profesional yang berlangsung di Madrid. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, implementasi teknologi canggih ini baru akan diterapkan secara eksklusif untuk kasta tertinggi, Primera Division.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Penerapan offside otomatis merupakan salah satu tuntutan terbesar dari klub-klub Spanyol dalam beberapa bulan terakhir guna meningkatkan keadilan di lapangan. Melalui sistem baru ini, sebuah chip khusus akan ditanam di dalam bola untuk mendeteksi titik kontak secara presisi, sehingga sistem komputer dapat langsung menentukan posisi seorang pemain. Dari pantauan redaksi, sistem ini akan menggantikan metode manual sebelumnya di mana wasit VAR harus menentukan titik kontak bola terlebih dahulu sebelum menarik garis offside digital.
Tingginya biaya investasi dan rumitnya proses adaptasi infrastruktur menjadi alasan utama mengapa teknologi ini tidak langsung diterapkan di seluruh kasta kompetisi. Menurut penjelasan Rafael Louzán kepada awak media, setelah diterapkan di Primera Division pada musim ini, teknologi offside otomatis baru diproyeksikan untuk mulai merambah kompetisi Segunda Division pada musim 2027-28 mendatang.
Menurut Rafael Louzán, kebijakan ini merupakan langkah besar bagi modernisasi sepak bola di Negeri Matador. "Teknologi ini akan mulai berlaku musim ini di Primera Division. Ini adalah sistem yang sangat canggih dengan biaya yang signifikan, namun investasi ini akan memastikan sepak bola Spanyol memiliki kemajuan paling mutakhir," ujar Rafael Louzán. Pernyataan tersebut didukung oleh Presiden Racing de Santander, Higuera, yang menambahkan bahwa pemakaian sistem otomatis ini telah menjadi prioritas bersama bagi seluruh klub.
Selain pembaruan di sektor perwasitan, agenda pertemuan tersebut juga melahirkan protokol keamanan baru guna merespons maraknya aksi invasi lapangan oleh suporter. Berdasarkan catatan kompetisi musim ini, aksi nekat penonton yang merayakan keberhasilan promosi tim sempat terjadi di beberapa stadion ikonik seperti El Sardinero dan Riazor. Pihak otoritas menilai fenomena ini membawa risiko keselamatan yang sangat besar sehingga regulasi ketat perlu segera ditegakkan demi mencegah timbulnya korban jiwa di masa depan.