Kembalinya tim nasional Spanyol ke kota Guadalajara, Meksiko, membuka kembali luka lama yang telah tersimpan selama empat dekade. Berdasarkan catatan sejarah sepak bola, kota ini menjadi saksi bisu salah satu ketidakadilan terbesar yang menimpa La Roja di ajang Piala Dunia 1986. Momentum emosional tersebut kembali diperbincangkan saat Spanyol kini bersiap melakoni laga fase grup di Estadio Akron, yang hanya berjarak 26 kilometer dari Estadio Jalisco, tempat tragedi olahraga itu bermula.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan dari as.com, pada tanggal 1 Juni 1986, Spanyol melakoni laga perdana yang sengit melawan tim kuat Brasil yang diperkuat legenda seperti Sócrates, Careca, dan Zico. Saat kedudukan masih imbang tanpa gol pada menit ke-52, gelandang Spanyol, Míchel, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola membentur mistar gawang bagian dalam, memantul jauh di dalam garis gawang, lalu keluar kembali. Namun, wasit asal Australia, Chris Bambridge, beserta asistennya sama sekali tidak mengesahkan gol tersebut.
Dari pantauan redaksi melalui rekaman ulang dan arsip media El País pada masa itu, bola hasil sepakan Míchel sebenarnya telah melewati garis gawang lebih dari 20 sentimeter. Bahkan, Zico sendiri kemudian hari mengakui bahwa aksi itu adalah sebuah gol yang luar biasa. Ironisnya, beberapa menit setelah insiden gol hantu tersebut, Sócrates justru berhasil mencetak gol tunggal kemenangan bagi Brasil (1-0) melalui posisi yang dinilai berbau offside.
Berdasarkan wawancara lawas dengan pihak RFEF pada tahun 2014, Míchel mengungkapkan rasa sesalnya yang mendalam. "Gol itu menjadi jauh lebih penting seiring berjalannya waktu. Kami sedang bermain sangat baik saat itu, dan mengalahkan Brasil akan membawa kami ke jalur yang berbeda di perempat final dan semifinal. Saya pikir hakim garis tidak berani mengesahkannya, padahal posisinya sangat jelas," ujar sang legenda.
Menurut pengamatan tim redaksi, meski sempat bangkit dengan menumbangkan Irlandia Utara dan Aljazair, serta meluluhlantakkan Denmark 5-1 di babak 16 besar lewat performa gemilang Emilio Butragueño, langkah Spanyol akhirnya terhenti secara tragis di babak perempat final setelah kalah dalam adu penalti melawan Belgia. Tragedi di Guadalajara itu tetap dikenang sebagai simbol kutukan babak perempat final Spanyol yang baru bisa dipatahkan pada tahun 2010 silam.