Pelatih Tim Nasional Meksiko, Javier Aguirre, memberikan pujian setinggi langit kepada Ecuador yang akan menjadi lawan mereka di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurut Aguirre, tim berjuluk La Tri tersebut kini telah membuktikan diri mampu sejajar dengan kekuatan utama Amerika Selatan seperti Colombia, Brasil, dan Argentina.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Ecuador telah tumbuh sangat pesat. Dulu mereka berada di bawah tim-tim tradisional seperti Uruguay, Argentina, dan Brasil, tetapi sekarang Ecuador bersama Colombia telah mencapai level tersebut. Mereka memiliki banyak pemain di luar liga domestik dan menjadi rival yang sangat dihormati," ujar Aguirre menjelang pertandingan.
Berdasarkan jadwal yang dihimpun, Meksiko akan menantang Ecuador pada hari Selasa waktu setempat di Estadio Ciudad de México, atau yang lebih dikenal sebagai Stadion Azteca. Laga ini diprediksi berjalan sengit mengingat sejarah panjang stadion tersebut dalam menggelar pertandingan akbar di pentas Piala Dunia.
Dari pantauan redaksi, ketangguhan Ecuador memang bukan isapan jempol belaka setelah mereka sukses mengamankan posisi kedua di kualifikasi Conmebol. Kedahsyatan performa mereka semakin terbukti di fase grup Piala Dunia 2026 kala berhasil menumbangkan tim raksasa Eropa, Jerman, pada pertandingan terakhir.
"Saya memperkirakan Ecuador akan bermain sangat intens dengan tekanan yang sangat tinggi. Mereka sangat tangguh dalam duel satu lawan satu. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat ketat dengan banyak duel individu. Kemenangan mereka atas Jerman sudah menjelaskan segalanya," tambah sang pelatih yang akrab disapa El Vasco tersebut.
Selain mewaspadai materi pemain lawan, Aguirre juga menaruh rasa hormat kepada taktik yang diusung oleh pelatih Ecuador asal Argentina, Sebastián Beccacece. Aguirre yang sudah beberapa kali menghadapi Beccacece saat berkarier di Spanyol, memuji keberanian dan kesiapan strategi yang selalu ditunjukkan oleh sang kolega.
Melalui pengamatan tim redaksi, meski menyadari beratnya tantangan yang menghadang, Aguirre menegaskan bahwa skuad mudanya sama sekali tidak dilanda kecemasan. Pelatih berusia 67 tahun itu justru merasa tertular oleh energi positif dan kematangan mental para pemain Meksiko yang bermimpi melangkah lebih jauh di turnamen ini.