Mahkamah Agung Spanyol (El Tribunal Supremo) resmi menolak pendaftaran banding yang diajukan oleh Real Madrid CF terkait putusan pembatalan proyek pembangunan fasilitas parkir di kawasan sekitar stadion Santiago Bernabeu. Putusan ini memperkuat vonis sebelumnya dari Pengadilan Tinggi Madrid (TSJM) yang membatalkan izin konsesi proyek di jalan Padre Damian dan Paseo de la Castellana tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 24 Juni yang dilansir dari Europa Press, Kamar Perkara Administrasi Kontensius menyepakati bahwa permohonan dari klub berjuluk Los Blancos tersebut tidak memenuhi syarat demi hukum. Para hakim menilai gugatan yang dilayangkan tidak memiliki urgensi objektivitas hukum baru untuk mengubah doktrin yang sudah mapan di Mahkamah Konstitusi maupun Mahkamah Agung.
Pihak Mahkamah Agung juga menepis argumen utama Real Madrid yang merasa tidak mendapatkan keadilan (indefension) karena tidak dipanggil secara personal sebagai pihak tergugat bersama pada peradilan tingkat pertama. Hakim menegaskan bahwa pihak klub sebenarnya sudah mengetahui adanya tuntutan hukum dari asosiasi warga sejak awal, sehingga pembelaan tersebut dinyatakan tidak berdasar.
Dari pantauan redaksi, penolakan ini menjadi pukulan telak bagi manajemen Real Madrid yang berambisi memodernisasi fasilitas penunjang stadion. Selain menghentikan proyek, Mahkamah Agung juga menjatuhkan sanksi denda biaya perkara kepada Real Madrid sebesar maksimal 2.000 euro ditambah pajak pertambahan nilai (PPN) yang berlaku, serta menyatakan tidak ada upaya hukum lanjutan bagi putusan ini.
Kasus ini bermula dari gugatan yang diajukan oleh Asosiasi Warga Terdampak Bernabeu (Asociacion Vecinal de Perjudicados por el Bernabeu). Menurut pengamatan tim redaksi, warga mengeluhkan adanya pelanggaran prosedur administratif oleh pemerintah kota dalam penyusunan studi kelayakan, di mana proyek tersebut dinilai menabrak Rencana Tata Ruang Kota (PGOU) Madrid terkait fungsi ruang garasi dan tempat parkir.
Dokumen pengadilan menyatakan bahwa studi kelayakan yang diajukan Real Madrid serta analisis finansial dari pemerintah daerah mengalami "perubahan signifikan" secara sepihak setelah proses dengar pendapat publik. Perubahan penting tersebut sayangnya tidak diinformasikan kembali kepada masyarakat secara transparan, sehingga menjadi dasar kuat pembatalan total proyek tersebut.