Sevilla FC terus bergerak aktif dalam menyusun rencana skuad untuk musim 26/27 dengan menetapkan beberapa prioritas utama. Setelah berhasil mengamankan kepulangan penjaga gawang Odysseas Vlachodimos, manajemen kini mengalihkan fokus untuk memperkuat sektor lain. Berdasarkan pantauan redaksi, kebutuhan mendesak saat ini ada pada posisi gelandang bertahan dan pemain sayap, menyusul kepergian Januzaj serta rencana penjualan Rubén Vargas dan Ejuke.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Untuk mengisi kekosongan di sektor sayap, direktur olahraga José Ignacio Navarro telah mengambil langkah konkret untuk mendekati Adrián Liso. Pemain muda berusia 21 tahun tersebut baru saja kembali ke Real Zaragoza setelah menyelesaikan masa peminjamannya di Getafe. Menurut pengamatan tim redaksi, Sevilla FC menjadi salah satu klub yang paling serius memburu tanda tangan sang pemain, meski mereka enggan memenuhi tuntutan biaya transfer sebesar 3 juta euro.
Sebagai alternatif, Sevilla FC menawarkan formula peminjaman yang disertai dengan opsi pembelian di akhir musim. Pihak Real Zaragoza sendiri sebenarnya berharap opsi pembelian tersebut bersifat wajib atau otomatis aktif jika target performa tertentu terpenuhi. Situasi ini membuat tim Andalusia memilih untuk menunggu perkembangan momen yang tepat sebelum mengajukan penawaran resmi baru.
Berdasarkan laporan dari media lokal El Periódico de Aragón, manajemen Real Zaragoza sejatinya bersikeras melepas Adrián Liso dengan harga pasaran penuh sesuai valuasi Transfermarkt. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun tawaran tunai yang mendekati angka tersebut. Dari pantauan redaksi, kondisi ini membuat opsi peminjaman dengan klausul pembelian seperti yang diinginkan Sevilla FC menjadi semakin masuk akal untuk terwujud.
Keinginan pribadi Adrián Liso juga menjadi faktor krusial yang menguntungkan posisi Sevilla FC, karena sang pemain menegaskan enggan berkarier di luar negeri dan memprioritaskan bertahan di kompetisi LaLiga. Pemain sayap berbakat ini sebelumnya dikabarkan telah menolak proposal pinjaman dari klub asal Países Bajos dan Bélgica, meski mereka bersedia menanggung penuh gaji sang pemain.
Meskipun peminat Adrián Liso tergolong sangat panjang—mulai dari Rayo Vallecano, Getafe, hingga beberapa klub Italia seperti Venezia, Parma, Genoa, dan Torino—Real Zaragoza berada dalam posisi negosiasi yang lemah. Klub aragonés tersebut tengah mengalami krisis finansial yang diperparah oleh degradasi mereka ke Primera RFEF, sehingga memaksa mereka untuk segera melepas aset mudanya demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.