Pelatih tim nasional Paraguay, Gustavo Alfaro, mengisyaratkan ketidakpastian terkait masa depannya setelah skuadnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Dari pantauan tim redaksi, kekalahan tipis 0-1 dari Prancis di babak 32 besar yang berlangsung di Philadelphia menjadi pukulan telak yang membuat sang juru taktik mempertimbangkan untuk mundur demi berkumpul kembali bersama keluarganya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan resmi dalam konferensi pers pascapertandingan, Gustavo Alfaro mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dan mengevaluasi kelanjutan kariernya. "Saya perlu bernapas, saya perlu kembali ke keluarga saya," ujar pelatih berusia 62 tahun tersebut saat menanggapi pertanyaan mengenai potensi pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan La Albirroja.
Menurut pengamatan tim redaksi, Gustavo Alfaro mengakui telah berulang kali menunda rencana pensiun yang sempat dijanjikan kepada istri dan kedua putrinya. Sebelumnya, ia meyakinkan keluarganya untuk menunda keputusan tersebut demi memimpin tim nasional Ecuador di Piala Dunia Qatar 2022, sebelum akhirnya mengambil tantangan baru bersama Paraguay untuk turnamen global edisi kali ini.
Gustavo Alfaro, yang ditunjuk menukangi Paraguay sejak Agustus 2024, sebenarnya berhasil melakukan pencapaian luar biasa dengan membangkitkan mentalitas tim yang sempat terpuruk di kualifikasi zona Sudamericana. Berdasarkan catatan kompetisi, ia sukses mengantarkan Paraguay mengamankan tiket keenam atau posisi terakhir lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026.
Meski berhasil membawa perubahan positif, eliminasi di fase gugur ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang pelatih. "Saya ingin mencoba sebuah revolusi. Saya pergi dengan rasa sakit yang luar biasa," pungkas Gustavo Alfaro yang tampak sangat terpukul atas kegagalan melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi ini.