Mantan gelandang FC Barcelona, Marti Riverola, baru-baru ini membagikan kisah emosional mengenai perjalanan kariernya dalam sebuah wawancara di kanal YouTube "FMC Sport". Sosok yang dikenal sebagai salah satu alumnus La Masia paling murni ini mengenang betapa beratnya keputusan untuk meninggalkan klub masa kecilnya pada tahun 2012 akibat ketatnya persaingan di skuad utama.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan sejarah klub, Riverola merupakan pemain akademi pertama yang berhasil menyelesaikan seluruh jenjang pembinaan, mulai dari sekolah sepak bola FC Barcelona hingga menembus tim utama. Saat ini, pria asal Barcelona tersebut memilih untuk melanjutkan kariernya di dunia manajerial dan melatih klub FS La Massana yang berkompetisi di Segunda Division Andorra.
Menurut penuturan Riverola, tumbuh di akademi sebesar FC Barcelona selalu dibayangi oleh ketakutan akan tersingkir setiap musim panas karena klub terus mendatangkan talenta terbaik dari seluruh dunia. "Setiap musim panas Anda akan berpikir, apakah ini akhir dari segalanya? Meninggalkan Barca adalah hal yang sangat sulit bagi saya. Di pertandingan terakhir saya, saya menangis karena sulit meninggalkan tempat yang sudah menjadi rumah selama 15 tahun," ungkapnya.
Dari pantauan redaksi, Riverola juga mengenang momen luar biasa saat pertama kali dipanggil oleh Pep Guardiola untuk berlatih bersama tim utama ketika dirinya masih berusia belasan tahun. Berdasarkan pengamatannya kala itu, Pep Guardiola memiliki kemampuan interpersonal yang luar biasa dalam meyakinkan pemain, sementara Luis Enrique dinilainya sebagai sosok pelatih yang sangat tegas, disiplin, dan memiliki prinsip yang kuat.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan betapa beruntungnya Riverola yang sempat berbagi ruang ganti dengan megabintang dunia, Lionel Messi. Menurut Riverola, kualitas yang dimiliki kapten Argentina tersebut sangat tidak manusiawi di atas lapangan, namun tetap menjadi pribadi yang sangat pendiam dan penuh rasa hormat di luar lapangan.
Selain para pelatih legendaris FC Barcelona, Riverola mengakui bahwa Roberto De Zerbi yang kini menangani Tottenham Hotspur merupakan sosok yang sangat memengaruhi filosofi kepelatihannya saat ini. Setelah satu tahun merintis karier sebagai pelatih, Riverola mencoba mengombinasikan kontrol bola ala Pep Guardiola, dinamisme Luis Enrique, mentalitas Roberto De Zerbi, serta pendekatan interpersonal dari Stefano Pioli.