Hampir tiga tahun berlalu sejak kecelakaan berkuda tragis yang menimpanya di El Rocío pada 18 Agustus 2023, penjaga gawang profesional Sergio Rico kini merayakan pemulihan fisik totalnya hingga 100 persen. Cedera parah tersebut sempat memaksa tim medis menempatkannya dalam kondisi koma buatan selama 26 hari, diikuti perawatan intensif selama 57 hari di Hospital Universitario Virgen del Rocío de Sevilla.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan wawancara terbaru dalam siniar YouTube bertajuk "La Otra grada", Sergio Rico mengungkapkan bahwa ingatan terakhirnya sebelum insiden adalah perjalanan pulang dari Paris setelah sebuah pertandingan. Dari pantauan redaksi, atlet asal Andalusia tersebut mengaku sama sekali tidak mengingat momen awal setelah dirinya terbangun, bahkan ingatan masa itu harus dibangun kembali lewat cerita dari sang istri.
Menurut penuturan Sergio Rico, pihak keluarga dan kerabat dekatnya menjadi orang-orang yang paling menderita selama masa kritis tersebut karena tim dokter sempat menyatakan bahwa kondisi cederanya sangat fatal. "Saya dalam kondisi koma tidak menyadari apa pun dan tidak merasakan sakit sama sekali karena ketika terbangun, banyak luka yang sudah sembuh. Yang paling menderita adalah keluarga, istri, dan teman-teman terdekat saya," tuturnya.
Pengamatan tim redaksi menyoroti satu momen spiritual mendalam yang dialami Sergio Rico saat berada di ambang kematian, di mana ia bermimpi bertemu dengan mendiang ayahnya yang telah wafat lima tahun lalu. Dalam mimpi tersebut, sang ayah berjalan di trotoar yang berseberangan dan mengabaikan panggilannya, sebuah pengalaman yang kemudian dianalisis secara mendalam oleh tim psikolog rumah sakit.
Menutup ceritanya, Sergio Rico menjelaskan interpretasi para ahli terkait fenomena bawah sadar yang dialaminya tersebut. "Para psikolog memberi tahu saya bahwa sekeras apa pun saya mencoba menarik perhatian ayah saya, itu bukanlah waktu saya untuk pergi, dan dia tidak membawa saya bersamanya karena memang belum saatnya saya berpulang," pungkasnya dengan penuh haru.