Mantan gelandang legendaris Real Betis, Marcos Assuncao, baru-baru ini membuka suara mengenai kenangan pahit di akhir kariernya bersama klub asal Sevilla tersebut. Pemain yang dikenal dengan tendangan bebas mematikan ini mengaku masih merasakan kepedihan mendalam akibat keputusan sepihak dari pelatih saat itu, Hector Cuper, yang mendepaknya dari skuad pada musim panas 2007.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan wawancara terbarunya, Marcos Assuncao mengungkapkan bahwa presiden klub kala itu, Manuel Ruiz de Lopera, memanggilnya untuk menyampaikan bahwa sang pelatih tidak lagi menginginkan kehadirannya. Alasan di balik keputusan tersebut diduga karena Hector Cuper tidak menyukai pemain asal Brasil dan lebih memilih untuk mendatangkan gelandang asal Argentina, Leandro Somoza.
"Salah satu hari terburuk dalam hidup saya adalah ketika Lopera memberi tahu bahwa saya harus pergi karena pelatih tidak menginginkan saya. Saya merasa sangat hancur dan dunia saya seolah runtuh saat itu. Tampaknya Hector Cuper memang tidak menyukai pemain Brasil. Lihat saja apa yang terjadi dengannya dan Ronaldo saat di Inter Milan. Jika Ronaldo saja mengalami hal itu, bayangkan dengan saya," ujar Marcos Assuncao dengan emosional.
Dari pantauan redaksi, kepedihan tersebut tampaknya belum sepenuhnya hilang meski kejadian ini sudah berlalu hampir dua dekade. Marcos Assuncao bahkan mengaku menangis sepanjang perjalanan meninggalkan Sevilla. Bagi dirinya, Real Betis bukan sekadar klub sepak bola melainkan sudah dianggap sebagai rumah sendiri tempat ia menghabiskan tahun-tahun terbaik dalam hidupnya.
"Saya menghabiskan seluruh perjalanan di pesawat dengan menangis karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Real Betis adalah rumah saya dan rekan-rekan setim sudah seperti saudara sendiri. Bahkan saat ini, ketika menceritakannya kembali, saya masih merasa ingin menangis," tambahnya.
Menurut pengamatan tim redaksi, hubungan emosional sang pemain dengan klub sejatinya tetap terjaga dengan sangat baik di luar insiden tersebut. Marcos Assuncao sempat mengunjungi Ciudad Deportiva Luis del Sol untuk bereuni dengan beberapa mantan rekannya seperti Alexis Trujillo dan Joaquin Sanchez, sekaligus membuktikan bahwa kemampuan tendangan bebasnya masih tetap akurat.
Berbeda dengan hubungannya yang buruk bersama Hector Cuper, Marcos Assuncao justru memberikan pujian setinggi langit untuk para pelatih Real Betis lainnya. Ia mengenang Victor Fernandez sebagai sosok pria terhormat yang membawanya ke klub, Luis Fernandez sebagai pelatih yang penuh karakter, serta Lorenzo Serra Ferrer yang sudah dianggapnya seperti figur seorang ayah di dalam ruang ganti.