Berdasarkan laporan dari estadiodeportivo.com, nama penyerang asal Brasil yang paling membekas di ingatan para pendukung Real Betis adalah Ricardo Oliveira berkat kesuksesannya mempersembahkan Copa del Rey 2005. Namun, sejarah klub juga mencatat nama penyerang internasional Brasil lainnya yang datang dengan ekspektasi tinggi tetapi berakhir sebagai kegagalan besar, yaitu Leandro Damiao.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pengamatan tim redaksi, Leandro Damiao bergabung dengan Real Betis pada Januari 2016 sebagai agen bebas berkat andil direktur olahraga saat itu, Eduardo Maciá. Kedatangannya sempat memicu antusiasme besar mengingat reputasinya sebagai mantan penyerang utama Timnas Brasil, juara Copa Libertadores 2010 bersama Internacional de Porto Alegre, serta peraih medali perak Olimpiade London 2012.
Sayangnya, harapan besar tersebut langsung sirna begitu sang pemain mulai berlatih di Sevilla. Berbagai masalah kontrak dengan klub sebelumnya, Santos, ditambah dengan kondisi fisik yang buruk akibat kurangnya ritme bertanding, membuat penyerang yang menerima gaji sebesar satu juta euro tersebut langsung terpinggirkan dari rencana taktis tim.
Dari pantauan redaksi, kontribusi Leandro Damiao untuk Real Betis terbilang sangat minim. Pemain asal Brasil tersebut tercatat hanya tampil selama 129 menit yang terbagi dalam tiga pertandingan LaLiga, tanpa mencetak satu pun gol maupun assist, sehingga kehadirannya di lapangan hijau sama sekali tidak memberikan dampak bagi tim.
Padahal, beberapa tahun sebelum mendarat di Heliópolis, Leandro Damiao merupakan salah satu properti terpanas di bursa transfer Eropa yang sempat diminati oleh klub-klub raksasa seperti Tottenham, Juventus, Napoli, hingga Liverpool. Setelah petualangan singkatnya yang mengecewakan di Spanyol, ia sempat berkarier di Jepang sebelum akhirnya resmi gantung sepatu pada tahun 2025.