Mantan pesepak bola dan pelatih asal Argentina, Ricardo Antonio La Volpe, terlibat perdebatan sengit dengan legenda sepak bola Spanyol, Carles Puyol. Berdasarkan pantauan redaksi, keduanya menjadi sorotan saat sama-sama berkolaborasi dalam "Los Maestros", sebuah program analisis olahraga populer di Meksiko yang disiarkan oleh TUDN. Puyol hadir dalam acara tersebut sebagai bintang tamu setelah Spanyol sukses memastikan tempat di babak semifinal dalam turnamen akbar kali ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan yang dihimpun dari Mundo Deportivo, La Volpe melontarkan kritik tajam yang menyerang sejarah serta konsistensi dari Tim Nasional Spanyol. Dari pengamatan tim redaksi, komentator asal Argentina tersebut menilai keberhasilan Spanyol hanyalah sebuah tren sesaat yang bertumpu pada satu generasi emas saja. "Spanyol? Anda sekalian baru muncul pada tahun 2010 dan sebelum itu Anda tidak ada. Anda menyebarkan sebuah cerita sejak 2010, namun di mana cerita itu pada 2014? Generasi itu sudah tidak ada. Pada 2018 generasi itu tidak ada, pada 2022 pun tidak ada," ketus La Volpe.
Ketegangan di dalam studio semakin memuncak ketika mantan arsitek Timnas Meksiko itu juga mempertanyakan klaim taktik yang sering dikaitkan dengan gaya bermain La Roja. Berdasarkan pemaparan La Volpe, sistem formasi 4-3-3 yang selama ini diagungkan oleh publik Spanyol bukanlah inovasi asli mereka, melainkan warisan taktik tahun delapan puluhan milik Arrigo Sacchi. Tidak berhenti sampai di situ, ia juga melontarkan kalimat provokatif yang membandingkan gelandang Spanyol dengan legenda Italia, "Apakah Anda akan membandingkan Busquets dengan Pirlo?"
Dari pantauan redaksi, situasi panas tersebut sempat membuat Carles Puyol terkejut dan tampak kebingungan di kursinya. Mantan kapten Barcelona tersebut sempat mencoba menyanggah beberapa poin analisis taktis yang dilemparkan oleh La Volpe demi membela kehormatan sepak bola negaranya. Kendati demikian, argumen-argumen pembelaan yang disampaikan oleh Puyol tampaknya sama sekali tidak berhasil meyakinkan pelatih veteran asal Argentina tersebut.