Wacana mengenai format masa depan turnamen sepak bola terbesar di dunia kembali mengemuka. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjelaskan bahwa kemungkinan perluasan jumlah peserta Piala Dunia di masa mendatang menjadi 64 tim akan "diperiksa dan diperdebatkan di komite-komite terkait" setelah berakhirnya turnamen edisi saat ini yang tengah berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari media Swiss Bluewin yang dilansir oleh harian Prancis L'Equipe, Infantino menegaskan pentingnya inklusivitas dalam ajang global ini. "Ini adalah topik yang akan diperiksa dan didebatkan di komite yang sesuai setelah Piala Dunia ini. Ketika Anda menyelenggarakan sebuah turnamen, penting untuk merancangnya bagi seluruh dunia, bukan hanya untuk Eropa dan Amerika Selatan. Setiap negara harus bisa bermimpi untuk berpartisipasi," ujar pria asal Swiss tersebut.
Dari pantauan redaksi, Piala Dunia edisi 2026 ini sendiri merupakan tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim kontestan, meningkat signifikan dari format 32 tim yang telah digunakan sejak edisi 1998 silam. Turnamen akbar yang berlangsung dari 11 Juni ini dijadwalkan akan menggelar partai finalnya pada 19 Juli mendatang.
Menurut pengamatan tim redaksi, langkah penambahan kuota ini dinilai memberikan dampak positif bagi peta persaingan sepak bola global yang semakin merata. Kualitas permainan dari negara-negara yang sebelumnya tidak diunggulkan terbukti mampu memberikan kejutan dan persaingan sengit selama kompetisi berlangsung.
Infantino juga menambahkan bahwa kesempatan bertanding di panggung tertinggi sangat krusial bagi perkembangan sepak bola di negara-negara kecil. "Kita dapat melihat bahwa level tim-tim saat ini sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia, mereka tidak akan lagi memiliki motivasi untuk terus berkembang," pungkas Presiden FIFA tersebut.