Keberhasilan Málaga CF kembali promosi ke kompetisi Primera División telah menghidupkan kembali perdebatan lama mengenai infrastruktur mereka. Berdasarkan laporan teknis terbaru dari pihak administrasi lokal di Ayuntamiento, lahan milik Universidad de Málaga dinilai sebagai lokasi paling ideal untuk mendirikan stadion baru. Proyek megah ini diproyeksikan selesai pada tahun 2032 dengan estimasi anggaran fantastis mencapai 414 million euro.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penjelasan dari Juan Alba selaku koordinator jenderal infrastruktur dan proyek pemerintah kota, cetak biru stadion baru ini akan berkaca pada kesuksesan San Mamés milik Athletic Club. Stadion baru La Rosaleda direncanakan memiliki kapasitas dasar 55.000 penonton yang dapat diperluas hingga 65.000 kursi, dilengkapi sistem keamanan perimeter ganda serta integrasi akses transportasi perkotaan yang lebih mumpuni.
Meskipun walikota Francisco de la Torre berharap adanya suntikan dana dari investor swasta untuk meringankan beban anggaran, saat ini pembiayaan masih bertumpu pada kas publik Junta de Andalucía, Ayuntamiento, dan Diputación de Málaga. Dari pantauan redaksi, urgensi pembaruan ini sangat terasa mengingat stadion La Rosaleda yang sekarang hanya berkapasitas 30.000 kursi, sementara daftar tunggu abonados (pemegang tiket terusan) telah menyentuh angka 17.000 orang.
Pertumbuhan basis masa pendukung Málaga CF pasca-promosi dinilai sangat luar biasa dan masif. Menurut data yang dibagikan oleh direktur jenderal klub, Kike Pérez, jersei pertama mereka pada musim lalu saja sukses terjual hingga 80.000 unit. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, dampak ekonomi dari momentum kebangkitan klub ini bahkan diprediksi mampu menyumbang perputaran uang hingga 120 million euro bagi kota Málaga.
Kendati mendesak, rencana relokasi ini memicu gelombang skeptisisme dan nostalgia mendalam di kalangan suporter. Luka lama akibat dicoretnya kota Málaga dari daftar tuan rumah Piala Dunia 2030 setahun lalu membuat publik meragukan janji manis pemerintah. Di sisi lain, sebagian besar fans merasa berat hati meninggalkan lokasi La Rosaleda saat ini yang berada di pusat kota, karena tradisi berjalan kaki menuju stadion sudah menjadi bagian erat dari identitas mereka.