SAN ANTONIO -- Bintang muda San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, dilaporkan telah menyepakati perpanjangan kontrak rookie maksimal berdurasi lima tahun senilai 252 juta dolar AS. Menurut laporan dari Shams Charania dari ESPN pada hari Jumat, kesepakatan bernilai fantastis ini juga mencakup opsi pemain (player option) pada musim kelima.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Victor Wembanyama sengaja memilih opsi nilai maksimal sebesar 25 persen alih-alih mengambil kesepakatan supermax 30 persen yang bisa mencapai 303 juta dolar AS. Langkah pengorbanan finansial ini diambil setelah sang pemain dan pihak manajemen San Antonio Spurs mendiskusikan beberapa kerangka kontrak, yang pada akhirnya berpotensi menghemat anggaran klub sekitar 50 juta dolar AS selama lima tahun ke depan.
Melalui akun media sosial pribadinya pada hari Jumat, pebasket asal Prancis tersebut mengungkapkan komitmen jangka panjangnya untuk klub. "Keluarga Spurs, saya bertahan di sini," tulis Victor Wembanyama. "Apapun yang diperlukan."
Dari pantauan redaksi, nilai kontrak tanpa eskalator ini menempatkan kesepakatan Victor Wembanyama sebagai perpanjangan kontrak rookie terbesar ketiga dalam sejarah NBA. Nilai ini berada tepat di belakang penggawa Detroit Pistons, Cade Cunningham, dan pemain Cleveland Cavaliers, Evan Mobley, yang masing-masing mengantongi kontrak lima tahun senilai 269 juta dolar AS.
Keseriusan manajemen klub terlihat saat pemilik Spurs Peter J. Holt, CEO R.C. Buford, manajer umum Brian Wright, serta pelatih Mitch Johnson rela terbang langsung ke Paris pada hari Jumat. Langkah ini dilakukan untuk bertemu secara langsung dan menghabiskan waktu bersama Victor Wembanyama beserta keluarga dan perwakilannya.
Pihak San Antonio Spurs sebenarnya telah bekerja sama erat dengan perwakilan sang pemain untuk menawarkan opsi super max penuh serta berbagai variasi perpanjangan kontrak lainnya. Namun, pemain berusia 22 tahun tersebut akhirnya memilih pemotongan nilai kontrak demi memberikan fleksibilitas finansial bagi organisasi dalam membangun skuat kompetitif di sekitar dirinya untuk mengejar gelar juara secara konsisten.
Pebasket berpostur jangkung ini mulai memenuhi syarat untuk menegosiasikan perpanjangan kontraknya sehari setelah San Antonio Spurs disingkirkan oleh New York Knicks dalam lima pertandingan di babak NBA Finals. Victor Wembanyama kemudian memulai masa jeda kompetisinya dengan melakukan perjalanan ke Prancis, di mana ia juga sempat menghadiri peragaan busana pria Louis Vuitton SS27 pada malam draft NBA.
Mengingat performanya yang luar biasa, perpanjangan kontrak ini dinilai sangat layak. "Ini adalah tahun yang luar biasa dalam hal pengalaman," ujar Victor Wembanyama setelah kekalahan di Game 5 NBA Finals. "Saya rasa kami tidak bisa belajar lebih banyak dan mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam satu putaran playoff dan dalam satu musim, serta bagi saya pribadi dalam 18 maret terakhir. Ini sungguh berat dan penuh dengan pelajaran."
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa sang pemain baru saja menyelesaikan musim yang fenomenal dengan meraih penghargaan NBA Defensive Player of the Year 2025-26 dan memimpin statistik blok di liga. Victor Wembanyama juga masuk ke dalam skuat All-NBA first-team serta terpilih dalam laga All-Star untuk kedua kalinya, sekaligus menjadi starter untuk pertama kalinya sepanjang karier.
Pencapaian sebagai starter All-Star ini membuat dirinya menjadi pemain keenam dalam sejarah frainchise San Antonio Spurs yang meraih prestasi tersebut. Ia kini bersanding dengan para legenda klub seperti George Gervin, Alvin Robertson, David Robinson, Tim Duncan, dan Kawhi Leonard.
Pada musim lalu, Victor Wembanyama tercatat tampil dalam 64 pertandingan dengan menorehkan rata-rata poin tertinggi dalam kariernya sebesar 25,0 poin, 11,5 rebound, serta 3,1 assist per pertandingan.
Ia juga membukukan rata-rata 3,08 blok dan 1,03 steal per gim, yang menjadikannya pemain ketujuh dalam sejarah NBA yang mampu mencatatkan rata-rata minimal 25 poin, 10 rebound, dan 3 blok dalam satu musim kompetisi.
Secara keseluruhan, Victor Wembanyama menorehkan 42 pertandingan dengan minimal 10 rebound, 42 kali double-double, dan satu kali triple-double. Catatan tersebut termasuk rekor double-double tercepat dalam sejarah NBA pada 30 Maret, saat ia mengemas 10 poin dan 10 rebound hanya dalam waktu 8 menit 31 detik melawan Chicago Bulls.
Di sisi lain, performa kolektif lini utama San Antonio Spurs yang diisi oleh Victor Wembanyama, De'Aaron Fox, Stephon Castle, Devin Vassell, dan Julian Champagnie, berhasil mencatat rekor menang-kalah 21-3 selama musim reguler. Statistik ini menjadikan mereka sebagai kerangka tim terbaik kedua di NBA setelah Oklahoma City, dan dipastikan akan kembali menjadi andalan utama pada musim 2026-27.