Rafael Louzán, dalam Rapat Umum Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF), memberikan pembelaan kuat terhadap Komite Teknis Wasit (CTA) yang dipimpin oleh Fran Soto. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah ini diambil guna memperkuat stabilitas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pengadilan pertandingan di Spanyol. Louzán menegaskan bahwa para wasit bukan hanya atlet teladan, melainkan bagian fundamental dari sepak bola yang terus berinovasi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penjelasan Louzán, implementasi program video "Tiempo de Revisión" menjadi bukti nyata komitmen transparansi korps pengadil lapangan tersebut. Dari pantauan redaksi, program mingguan ini berfungsi untuk menganalisis keputusan krusial sekaligus mengakui kekeliruan secara terbuka. "Sangat jarang melihat seorang pemain, pelatih, atau direktur klub tampil setiap minggu dan berkata: dalam hal ini saya salah. Namun, para wasit melakukannya," ungkap Louzán.
Selain keterbukaan tersebut, RFEF mengumumkan integrasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mengevaluasi kinerja wasit serta perilisan panduan kriteria baru menjelang musim 2026/2027. Berdasarkan data yang dihimpun, sistem offside otomatis akan tetap dipertahankan di Primera División, sementara sistem Football Video Support diperluas ke Primera RFEF dan Liga F demi mengukuhkan posisi Spanyol sebagai referensi utama sepak bola modern.